Saturday, January 14, 2017

Agar Tak Defisit Sebelum Gajian, Buat Budget Pengeluaran Keluarga Anda

Saat keluarga mengalami defisit uang belanja sebelum gajian, biasanya adalah karena besarnya pengeluaran yang tak terkontrol atau ada biaya mendadak yang tak kita duga. Jika sudah defisit, akhirnya pilihan kita akan jatuh pada mengambil tabungan atau meminjam uang ke orang lain. Anda tentu menginginkan keuangan keluarga anda teratur. Untuk itu, pada episode pertama ini, Anda akan kami perkenalkan dengan Keluarga Mas Anggar. 

Mas Anggar ini adalah seorang Ayah dari 1 anak bernama Utama yang masih TK, dan istri mas Anggar bernama Mba Savin adalah seorang Ibu rumah tangga. Mas Anggar seorang staff karyawan yang sudah bertahun-tahun bekerja di daerah Bogor. Gajinya sebulan adalah lima juta, dan saat ini tengah kebingungan kenapa beberapa bulan ini gajinya tak cukup untuk belanja dalam 1 bulan.

Langsung saja kita lihat, apa yang akan disampaikan melalui kisah Mas Anggar ini. Cekidot.


Apa Itu Budget?

Di rumah, waktu isya, Mas Anggar memegang hape-nya. Telunjuk kanannya bergerak mengusap layar hape ke arah atas, nampaknya Mas Anggar sedang membaca berita. Bibirnya bergerak dan membaca perlahan, ”Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan defisit budget akan membengkak hingga melampaui target dalam APBN. Untuk menambal defisit, pemerintah berencana menambah pinjaman.”
Lalu ia bergumam, “Hmm..kok mirip kondisi keuangan rumah ini ya” wajahnya terlihat terus berpikir. Lalu dia kembali berpaling ke hape-nya dan mengetik kata “budget” di tab google. Muncul beberapa saran dari google untuk kata “budget”, pilihannya tertuju pada saran “budget adalah”. 

“Budget (Anggaran) adalah suatu rencana seluruh kegiatan yang disusun dalam satuan keuangan yang berlaku untuk jangka waktu tertentu” Begitu Ia menyimpulkan dari hasil browsing tentang budget di handphone-nya.


Budget atau Anggaran


Mba Savin, istri mas Anggar berjalan mendekati suaminya.
“Kok melamun?” tanyanya
“Ini lho, say. Aku kayaknya baru mengerti kenapa tiga bulan belakangan ini uang kita jadi sering minus sebelum gajian datang.”
“Iya ya mas,penyebabnya apa ya?”
”Pengeluaran kita semakin banyak, dan tidak direncanakan. Sedangkan gaji belum banyak berubah.” Mas Anggar berhenti sejenak, lalu dengan mantap mengatakan, “Kita mesti buat budget!” 

Dan malam itu, mereka berdua pun asyik berdiskusi mengenai keuangan, terutama masalah pengeluaran bulanan yang selalu defisit 3 bulan belakangan ini.

Jreng.. Jreng.. dan inilah hasil oret-oretan mereka di beberapa lembar kertas:

Menghitung Pengeluaran Bulanan

Ternyata rata-rata pengeluaran bulanan mereka 5,2 jt. Sedangkan penghasilan bulanan Mas Anggar sebesar 5 Jt.

“Lihat sayang, 3 bulan ini kita ga nabung, malah pake tabungan 200rb buat nutup kekurangan uang belanja.” Bilang Mas Anggar.
“Iya, Kita sepertinya kebanyakan pengeluaran di jalan-jalan deh, Mas.”
 “Betul, besok aku coba buat budget ideal-nya pakai excel di kantor ya."

**

Pagi harinya.

Sesampainya di meja kantor, jam belum menunjukkan pukul 8 pagi. Mas Anggar masih masih bisa mencuri waktu sekitar 30 menit untuk membuat budget pengeluaran bulanan yang ideal. Lalu dia mulai mengetik format susunan budget yang sudah dibuatnya semalam bersama mba Savin.

“Ok, selesai.” Ucap Mas Anggar. Dan dia berencana form budget hasil buatannya ini akan ia diskusikan lagi dengan istrinya nanti malam.

**

How To Use Budget?

“Mas, saya kurang oke nih dengan budget pulsa hape. Sekarang khan jarang nelpon, pulsa regular cukup 25rb saja sebulan. Sisanya kuota 50rb bisa buat bbm, whatsapp, video call, dll.”
“Baiklah, kita ubah yah.” Ujar Anggar, sambil mencoret. “Ok, nih liat sudah direvisi yah.”

Membandingkan Pengeluaran Bulanan

Hasil yang sudah ia ubah adalah kolom "Budget Bulan Ini". Sedangkan Kolom "Actual Bulan Kemarin" adalah rata-rata pengeluaran dia dalam 1 bulan selama tiga bulan berturut-turut. 
Ia membuat susunan dan membaginya menjadi lima kelompok:
Kelompok 1:
Susunan paling atas adalah kelompok penghasilan yang ia dapatkan per bulan, tidak ada tunjangan makan karena di tempat ia bekerja disediakan makan siang dari kantin.
Kelompok 2: Pengeluaran Wajib. Berisi Zakat 2,5 % dan Tabungan 10%. Lalu hutang atau cicilan di tempatkan setelahnya, karena mereka pikir hutang adalah prioritas yang mesti diselesaikan dulu, lalu bayar TK dan sumbangan ke orangtua. Sumbangan orang tua ini adalah kesepakatan bersama istri, beruntungnya mereka masih ada saudara lain yang bisa diajak untuk bisa memberi sumbangan ke orangtua per bulan.
Kelompok 3: Pengeluaran Harian adalah pengeluaran rutin tiap hari, seperti belanja lauk dan sayur dan uang jajan anak.
Kelompok 4: Pengeluaran Mingguan, ini adalah jatah mingguan untuk bensin mas Anggar dan Jalan ke luar rumah.
Kelompok 5: Pengeluaran Belanja Bulanan, seperti: Beras, kebersihan, Pulsa, Uang sampah, dll.


Dari awal menikah, mereka sepakat untuk terbuka dalam masalah keuangan. Pun dalam mencoba budget yang telah mereka buat ini, mereka akan berkerja sama seperti biasanya. Mas Anggar putuskan untuk memulai menjalankannya di periode gajian depan. Budget dari masing-masing pengeluaran ini nantinya akan menjadi acuan dari setiap kegiatan mereka yang berhubungan dengan uang. Misalnya, di saat weekend, mereka berencana mau pergi ke luar rumah untuk jalan-jalan, mereka akan melihat dulu, ada budget berapa untuk kegiatan jalan-jalan ini. Sehingga mereka bisa memutuskan akan pergi kemana dan aktivitas apa yang akan mereka lakukan nanti.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Budget

Jika Mas Anggar dan keluarga konsisten dalam menggunakan budget pengeluaran bulanan yang telah mereka buat ini, keuangan keluarga mereka bisa pulih, bisa menabung, cicilan tetap terbayar, dan terbebas dari keinginan untuk meminjam uang ke orang lain. 

Namun menjaga konsistensi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Selalu banyak godaan datang untuk mengeluarkan uang di luar budget. Artinya mereka mesti sering menahan diri jika ingin sesuai dengan goal mereka.


Fakta Penting

Bukan berarti membuat budget berarti mendahului takdir, membuat budget adalah langkah antisipasi supaya mereka tidak boros. Mas Anggar dan Mba Savin sadar, kehidupan tidak selalu sama seperti budget yang mereka buat. Misalnya, di bulan tertentu bisa saja banyak undangan pernikahan, lalu orangtua menelpon untuk minta dukungan dana, motor rusak perlu diservis, dsb. Namun budget bisa membantu mereka untuk tidak berlari jauh atau tidak banyak pengeluaran yang tak penting.


Dan kini mereka berprinsip bahwa “Budget adalah kemanakah uang kita akan dihabiskan, bukan kemana uang kita habis.”



Bersambung..

Silahkan download file format budget dalam bentuk excel-nya di bawah ini:




Next Episode:
Cara menentukan nilai dan Jenis budget pengeluaran bulanan keluarga

2 comments:

  1. Membuat budget bulanan memang penting. Namun konsistensi dalam mematuhi nilai budget yang sudah ditentukan juga penting.
    Terima kasih sharing ilmunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Kang Ujang, sudah mampir dan meninggalkan jejak. Hehe

      Delete