Saturday, January 28, 2017

Merencanakan Hari Tua Yang Bahagia Bagi Freelancer

Merencanakan agar kita bahagia di hari tua, erat kaitannya dengan perencanaan  keuangan yang baik sejak kita masih di usia produktif. Gaya hidup yang sehat, tidak boros, dan menyimpan sebagian penghasilan ke dalam tabungan adalah ciri-cirinya. Seseorang yang melek dengan perencanaan keuangan ini akan lebih siap menyambut hari tua dibandingkan dengan orang yang menjalani hidup tanpa adanya rencana jangka panjang. 

Bagi seorang karyawan, melaksanakan anggaran rumah tangga dan menentukan program investasi, relatif mudah dalam perencanaannya. Karena karyawan memiliki cashflow yang teratur, jumlah dan waktu penenerimaan gajinya rutin setiap bulan. Ditambah lagi adanya program BPJS Ketenagakerjaan, yakni program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun. Pada masanya ketika para pegawai ini sudah tidak bekerja, dana tersebut sudah bisa mereka manfaatkan.



Berbeda halnya dengan para freelancer atau pekerja lepas. Penghasilan per bulan freelancer tidak berada pada angka pasti setiap bulannya. Padahal setiap bulan masing-masing orang memiliki biaya hidup yang harus ditunaikan. Belum lagi ada resiko kecelakaan saat para freelancer ini bekerja.

Beragam profesi freelancer,  seperti: Fotographer, blogger, pedagang, hingga tukang ojek adalah orang-orang yang bekerja lepas tanpa ikatan peraturan di sebuah industri. Artinya tidak ada orang yang akan mengurus BPJS Kesehatan dan tidak ada yang membayarkan iuran BPJS selain oleh kita sendiri.

Tapi tenang saja, Freelancer. Ternyata Pemerintah sejak akhir 2015 sudah membuat program BPJS TK khusus untuk para pekerja lepas. Program perlindungan tenaga kerja untuk Freelancer ini dikenal dengan nama BPJS TK Bukan Penerima Upah atau BPU. Dengan program-program sebagai berikut:
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Manfaat: Pelayanan dan perawatan kesehatan, Santunan berbentuk uang.
Iuran = mulai dari Rp. 10.000/bulan
2. Jaminan Kematian (JK)
Manfaat: Santunan 21 juta, Biaya Pemakaman sebesar 3 juta, dan Bantuan beasiswa pendidikan sebesar 12 juta.
Iuran = Rp. 6.800/bulan
3. Jaminan Hari Tua (JHT)
Manfaat: berupa uang tunai sebesar nilai akumulasi yang kita setorkan ditambah hasil pengembangan.
Iuran = mulai dari Rp. 20.000/bulan

Kita mulai bisa memperoleh ketiga jaminan ini dengan iuran yang kurang dari 40 ribu rupiah per bulan. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan mendapatkan beragam jenis program ini. Bagaimana cara bayar dan pendaftarannya, silahkan Anda kunjungi pada website BPJS TK. 


Simulasi Perencanaan Keuangan Freelancer

Kita tahu bahwa penghasilan freelancer per bulan tidaklah selalu sama. Di lain sisi, menjaga kelancaran dalam pembayaran BPJS dan mengatur biaya hidup kita setiap bulannya adalah tugas penting. Di Blog saya ini, saya coba buatkan simulasinya dengan profil Pak Ujang sebagai contoh. Berikut ini  gambaran perencanaan keuangannya.

1. Membuat Anggaran Rumah Tangga Terlebih Dahulu


Anggaran rumah tangga adalah nilai yang dijadikan acuan dalam pengeluaran dan  belanja rutin keluarga Anda. Cara membuatnya hitung:
- biaya makan keluarga
- cicilan bulanan (jika ada)
- bayar iuran BPJS
- biaya sekolah dan uang jajan anak
- belanja keperluan bulanan
- biaya listrik, pulsa hape, dll

Hitungan masing-masing biaya tersebut berdasarkan jumlah uang yang biasa kita keluarkan dan disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, untuk biaya makan, istri Pak Ujang masak sendiri. Uang belanja sayuran dan lauk yang dikeluarkan per hari  kadang 60 ribu, kadang 35 ribu, bergantung pada jenis masakan. Maka ambilah nilai rata-rata misalnya 45 ribu, jumlah 45 ribu inilah yang dijadikan sebagai anggaran biaya makan per hari. Begitu pula dalam menentukan anggaran belanja yang lainnya.
Singkatnya, besar jumlah anggaran rumah tangga Pak Ujang adalah 4 juta rupiah per bulan. Jumlah ini adalah angka tetap yang harus anda pertahanankan setiap bulan.

2. Atur Cashflow-nya
Cashflow adalah aliran uang masuk dan keluar anda. Berapa jumlah penghasilan dan pengeluaran, anda atur agar tidak terjadi defisit dana dalam keluarga anda. Simulasinya adalah sebagai berikut:

Setelah dipakai untuk modal usaha, pada awal Januari Pak Ujang memegang sisa uang tunai sebesar 10 juta. Maka, pisahkan 4 juta dari dana cash 10 juta ini untuk biaya hidup (anggaran rumah tangga) sebulan ke-depan. Sisanya yang 6 juta Pak Ujang simpan sebagai tabungan. Dan untuk memudahkan menghitung omzet dan penghasilan bersih usahanya nanti, Pak Ujang tidak mencampurkan uang 6 juta dan 4 juta ini dengan biaya operasional dagangan. 

Pada akhir Januari, Pak Ujang menghitung penghasilan kotor usahanya sebesar 7 juta rupiah.  Setelah dia kurangi biaya operasional dan untuk modal usaha selanjutnya. Hasil bersih penjualannya yakni sebesar 3 juta rupiah. Maka, laba bersih 3 juta ini Pak Ujang masukkan ke dalam tabungan yang sebelumnya berjumlah 6 juta. Sehingga total tabungan Pak Ujang menjadi 9 juta di akhir Januari.

Dan bulan Januari sudah akan berakhir. Di Februari Pak Ujang pun perlu kucurkan dana lagi untuk anggaran rumah tangga sebulan ke depan. Maka Pak Ujang ambil kembali 4 juta sebagai anggaran rumah tangga bulan februari dari uang tabungan yang 9 juta tadi.



Begitulah seterusnya, konsep pengaturan keuangan pak Ujang. Dengan cara ini, kebutuhan pengeluaran bulanannya sudah teralokasi. 

Ada kalanya kondisi usaha pasang surut. Untuk itu Pak Ujang menyiapkan dana tabungan dahulu sebelum menjalankan usahanya. Seperti contoh pada Januari tadi, laba bersih usahanya berjumlah 3 juta, padahal Pak Ujang memiliki biaya tetap sebesar 4 juta. Jika tidak ada dana tabungan tentu dia akan kekurangan 1 juta untuk anggaran rumah tangga di bulan selanjutnya. Kalau pakai modal untuk menutupi kekurangannya, ya lama-lama usahanya bisa kehabisan modal. Pak Ujang tidak bisa beli barang untuk dijual lagi nantinya.

3. Pilih Jenis Investasi dan Proteksi yang Tepat
Dalam dunia investasi dikenal ada dua jenis yakni investasi jangka pendek dan jangka panjang.
Investasi jangka pendek adalah usaha menanamkan harta kita dalam rentang waktu yang pendek, mulai kurang dari setahun hingga maksimal 3 tahun. Jenis investasi ini memiliki resiko rendah dan waktu yang sedikit. Jenis investasi ini cocok dengan kita yang berprofesi sebagai freelancer, karena investasi jenis ini lebih mudah untuk dicairkan jika kita memerlukan dana atau modal tambahan. Contoh Investasi jangka pendek yang populer diantaranya: Tabungan, Deposito, dan Reksadana Pasar Uang. Sedangkan untuk contoh investasi jangka panjang, diantaranya: Emas, Tanah dan Bangunan, Reksa Dana, dan Asuransi. 

Begitulah langkah dan simulasi perencanaan keuangan untuk seseorang dengan profesi freelancer. Simulasi ini juga bisa diterapkan untuk jenis profesi freelance lainnya. Dengan perencanaan ini anda patut berbangga kepada orang terdekat anda. Dan jangan lupa dengan rahasia nomor satu lainnya, yakni berdoa agar kita selalu Diberikan kesehatan dan kelancaran dalam usaha. Semoga Anda mampu merencanakan keuangan dengan sebaik-baiknya. Selalu konsultasikan dengan pasangan anda ketika terjadi perubahan situasi kondisi lingkungan, trend pasar, trend usaha, dan lain-lain. Agar usaha anda selalu memiliki inovasi. Semoga kita semua dapat mewujudkan hari tua yang bahagia, meskipun kita adalah seorang freelancer.

Silahkan download contoh cashflow di atas dalam bentuk excel di bawah ini.

https://drive.google.com/file/d/0B7nCVCQ11bgUZWpTemJrY3p2a3M/view?usp=sharing

3 comments:

  1. Sukses Selalu buat mas Wawan & Blognya.

    ReplyDelete
  2. Sukses Selalu buat mas Wawan & Blognya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Pak Sukani... Nanti saya belajar dari bapak juga yaah..😊

      Delete