Monday, February 13, 2017

Agar Bisa Hemat Saat Punya Bayi, Atur 7 Biaya Ini

“Bagaimana mengatur keuangan kalau kamu punya anak lagi? Tambah anak akan bertambah biaya nanti.”

Ini adalah pertanyaan saat saya interview pekerjaan beberapa tahun lalu di sebuah perusahaan swasta. Inti dari pertanyaan ini sebenarnya pewawancara ingin memastikan apakah saya termasuk karyawan yang mudah pindah sana sini di saat biaya hidup naik. Saya sudah tebak arahnya pertanyaannya mau kemana. Dan pada akhirnya saya lolos ke tahap berikutnya, tapi gagal saat nego gaji dengan HRD, karena tak sesuai budget mereka.
Baby Supplies - Source: Pixabay

Memiliki anak lagi memang akan menambah biaya hidup kita. Dimulai dari biaya makan, pakaian, susu, popok, biaya saat sakit, sekolahnya nanti, dll. Kita juga menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita. Tapi yang terbaik, sebenarnya tak harus mahal. Jangan sampai kita terjebak, menghabiskan alokasi dana kita untuk kebutuhan anak dengan berbelanja yang mahal-mahal. Padahal bisa kita siasati, dan bisa hemat berbelanja.

Berikut ini adalah kebutuhan bayi dan anak yang bisa kita siasati agar hemat

1.  Popok
Bayi yang baru lahir, usia 0 – 1 bulan akan sering buang air kecil setiap satu jam. Dan buang air besar dalam sehari bisa 4 – 10 kali. Lalu menginjak di usia 2 - 3 bulan, frekuensi buang air besarnya akan 3 -4 kali.

Dengan pola seperti ini jika bayi menggunakan popok sekali pakai tentu akan boros pemakaiannya. Karena harus sering diganti, agar kulit bayi tidak iritasi.

Baby - Source: Pixabay


Menggunakan popok kain justru pilihan yang tepat. Jauh-jauh hari sebelum bayi lahir, kita bisa sediakan popok kain. Popok ini juga tidak harus baru, bisa dari lungsuran kakaknya dulu. Tapi jika bayi yang lahir adalah anak pertama anda, taka da salahnya membelinya dengan jumlah yang cukup. Toh, popok ini nantinya bisa dipakai untuk adiknya nanti.


2.  Pakaian
Mendandani anak dengan pakaian-pakaian dan asesoris, pasti bayi kita akan terlihat lucu dan menggemaskan. Namun, pakaian bayi yang ukurannya kecil belum tentu murah. Justru kebanyakan pakaian bayi yang lucu-lucu dan polanya detail, ternyata harganya mahal.

Saran saya, jangan banyak membeli stock pakaian untuk jenis pakaian ini. Membeli banyak pakaian bagus seperti akan menjadi boros, karena banyak yang akan tidak terpakai. Bayi cepat sekali tumbuh. Sebaiknya, lebih banyak membeli pakaian dalam dan jenis pakaian yang dipakai untuk di rumah. Karena bayi akan mudah sekali kotor dan sering ganti pakaian yang biasa saja namun nyaman buat mereka.


3.  Susu
Bayi yang baru lahir akan merengek minta minum hampir setiap 2 jam.

Menginjak usia 3 bulan kebutuhan minum susunya bisa 7 – 8 kali sehari.

Jika Anda masih bisa memberinya ASI, sebaiknya hindari penggunaan susu formula. Saya yakin topik ini sudah banyak sekali dibahas di mana- mana. Anda tentu sudah memahaminya.

Namun untuk keluarga muda, saya ada gambaran buat Anda. Jika Anda memutuskan untuk memberi susu formula bagi bayi Anda nanti. Anda harus menyiapkan budget belanja susu lebih dari 1 juta sampai 3 juta per bulan, bahkan lebih.


4.  Makanan
Usia 6 bulan bayi, sudah mulai diberi makanan pendamping ASI, atau biasa dikenal dengan istilah MPASI. Saya selalu menghindari makanan instan siap saji untuk anak-anak saya. Saya dan keluarga saya lebih memilih makanan alami. Selain menghindari resiko terkena bahan pengawet dan pemanis, bisa lebih hemat juga.


5.  Obat
Bayi akan akan sering sakit, biasanya batuk pilek, diare, dll. Pengalaman saya sekali berobat ke dokter anak biayanya 200rb lebih. Agar hemat, anda bisa siasati meminta obat generic yang manfaatnya dan kandungannya sama.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berpegang pada pepatah lama yang ampuh ini, bisa membatu kita mengurangi anak sakit dan biaya berobat. Caranya, hindarkan anak anda dari pemicu sakit. Seperti:
- Jangan sering diajak berpergian ke luar rumah
- Hindari kontak dengan orang dewasa yang sedang sakit
- Jaga lingkungan bayi agar selalu bersih: Kasur, pakaian, lantai, mainan, dll.
- Jangan sungkan untuk memberitahu saudara atau orang lain untuk membersihkan tangan dan mukanya dulu sebelum memegang bayi, misalnya saat saudara atau orang lain habis berpergian dari luar rumah.
- Dst.


6.  Imunisasi
Imunisasi ke dokter lebih mahal disbanding ke bidan. Saya biasanya ke bidan langganan. Pilih bidan yang sudah punya jam terbang dan kredibel di mata banyak orang.


7.  Mainan Anak
Baby Toys - Source: Pixabay

Bayi usia 3 – 6 bulan masih belum begitu mengerti macam-macam mainan. Belilah seperlunya dan sesuai dengan perkembangan bayi. Pilih maianan yang bahan dan bentuknya aman untuk bayi.
Di usia 1,5 tahun lebih anak sudah mengerti menonton televisi tapi tidak focus menontonnya. Anak akan lebih senang bermain motoris dan interaksi. Jangan biasakan diajak menonton TV, atau malah sengaja berlanggangan TV kabel untuk chanel anak. Sebaiknya perbanyak bermain bersama kita saja sebagai orang tua nya.


Anak adalah investasi kita dunia dan akhirat. Memberi yang terbaik buat mereka adalah keharusan. Tapi yang terbaik tak selalu mahal. Lebih baik, sisihkan sisaan uang belanja anak. Gabung dengan alokasi tabungan untuk anak kita. Semoga bermanfaat.

5 comments: