Saturday, February 4, 2017

Pertimbangkan 7 Langkah ini, Sebelum Beli Mobil Secara Kredit

Membeli mobil secara kredit menjadi pilihan bagi orang yang ingin memilikinya namun belum ada cukup uang untuk membeli cash. Memiliki mobil memang impian banyak keluarga. Terlebih bagi yang sudah punya anak. Demi kenyamanan dalam perjalanan, mengantar sekolah, terhindar dari panas dan hujan, adalah alasan membeli kendaraan roda empat ini. Namun, harga mobil tidaklah sedikit. Harganya yang hampir senilai rumah menjadi pertimbangan untuk menyiapkan banyak hal.

Hal-hal apa saja yang harus kita pelajari dan pertimbangkan sebelum membeli mobil secara kredit? 

1. Jangan Tergiur dengan Tulisan Iklan DP Hanya Sekian Juta
Maraknya stand sales mobil dengan imingan Down Payment (DP) yang kecil nampaknya berhasil menggoda banyak orang untuk membelinya. Padahal, dengan DP kecil berarti anda menyisakan utang pokok yang besar. Akibatnya, cicilan bulan-an yang akan dibayar menjadi besar.

Cicilan yang besar ini jadi musuh nantinya. Jika penghasilan Anda masih segitu-segitu saja, Anda akan selalu mengerjakan PR bulanan. Yakni, menjaga agar cashflow keluarga tetap aman. Anda jadi sibuk memikirkan agar bisa irit sana sini.
Jika kita analogikan, Anda memutuskan membeli kredit mobil seharga 300 juta, dengan DP 50 jt dan cicilan 5 tahun. Harga ini ternyata tak jauh berbeda dengan  rumah Anda yang lama kreditnya 15 tahun. Bayangkan Anda seperti menyicil sebuah rumah dengan cicilan selama 5 tahun, betapa besar cicilannya.


2. Periksa Jumlah Hutang Bulanan Anda Saat Mengajukan Pembiayaan Kredit Mobil
Mengapa perlu menghitung dan mendata jumlah hutang/cicilan bulanan dulu? Hal ini karena jumlah keseluruhan hutang anda tak boleh melebihi 30% dari penghasilan Anda per bulan.
Contoh:
Pak Samsul berpenghasilan 13 juta per bulan. Ia juga memiliki cicilan yang harus ia bayar per bulan. Setelah membeli mobil secara kredit, daftar cicilan Pak Samsul menjadi sbb:
- Cicilan KPR: Rp. 3.200.000
- Cicilan KTA: Rp. 600.000
- Cicilan Mobil: Rp. 4.200.000
Total Cicilan per bulan: Rp.  8.000.000
Jumlah cicilan Pak Samsul adalah 62% dari total penghasilan. Sudah 2 kali lipat dari standar 30%. Sisa penghasilannya sebesar 5 juta. Angka ini belum ideal, Pak Samsul akan kesulitan mengatur cashflow-nya:
Mengatur biaya sekolah anak, belanja bulanan, kebutuhan sehari-hari, ditambah lagi biaya operasional mobil.
Saran saya, tunda dahulu sampai Anda mampu mengumpulkan dana yang lebih besar untuk DP Mobil. Bisa juga sambil menunggu cicilan KTA Anda lunas.


3. Hitung Kesiapan Dana dan Cashflow Keluarga
Jika kondisi cashflow keluarga Anda sehat (tak pernah defisit). Bukan berarti cashflow Anda akan tetap aman ketika sudah memiliki mobil. Justru akan menambah daftar pengeluaran Anda yang sebelumnya tidak pernah ada. Seperti: Biaya perawatan, biaya parkir, uang tol, uang bensin bertambah, dll. Ditambah godaan sering pakai mobil untuk keluar rumah, Anda mesti siapkan dana untuk biaya makan, minum, tiket, dll.
Coba periksa berapa surplus cashflow Anda. Pastikan jumlah surplus bulanan Anda cukup untuk angsuran mobil, dan masih bersisa untuk budget biaya-biaya di atas.


4. Berapa Budget Harga Mobil yang Akan Anda Beli
Di tahap ini tentu Anda sudah bisa menghitung, berapa jumlah angsuran yang ideal untuk keluarga Anda. Jika iya, berarti Anda pun sudah bisa menentukan berapa kisaran budget harga mobil yang akan dibeli. Jika cicilan ideal ada pada angka 4 juta-an, tidak mungkin khan Anda kredit mobil CRV atau Pajero. Namun, jika Anda tetap ingin membeli mobil seperti jenis mobil tersebut, Anda mesti kembali lagi ke langkah 1 di atas.
Budget harga mobil yang tepat adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Jangan tergiur dengan mobil mewah. Selain harga belinya yang tinggi, biaya perawatan, bahan bakar, dan pajaknya pun tinggi.
Pilihlah yang sesuai budget dan tujuan Anda. Jika mobil anda nantinya untuk usaha taksi online, sebaiknya pilihlah mobil yang tiga baris kursi, bahan bakarnya tidak boros, dan perawatan sparepartnya mudah.


5. Tawar Harganya, Ikuti Promo-nya
Coba tawar harga mobilnya. Anggapan harga turun 1 atau 2 juta tak ada apa-apanya adalah salah. Memang benar nilai 1 atau 2 juta tak akan berpengaruh banyak pada cicilan Anda, tapi nilai hutang pokok mobil Anda jadi berkurang. Seringnya, kita anggap uang tersebut kecil, ini karena kita sedang bertransaksi ratusan juta. Padahal, 1 atau 2 juta jika kita pegang cash tentu sebuah nilai yang besar.
Jauh-jauh hari ikuti juga trend promo-nya misalnya ada program cashback, bonus barang, dll.


6. Mau Kredit di Bank/Leasing Syariah atau Non Syariah
Salah satu produk pembiayaan yang dikenal adalah Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). KKB Syariah dikeluarkan oleh Bank/Lembaga Syariah, sedangkan KKB Konvensional oleh Non Syariah. Ada 2 perbedaan yang mendasar yaitu:
- Akad. Syariah menggunakan akad Murabahah (Jual beli). Yakni akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati bersama. Sedangkan Non Syariah menggunakan suku bunga yang berlaku, berapa nilai suku bunga-nya ditentukan oleh lembaga/bank konvensional tersebut.
- Denda dan penalty. Syariah tidak memiliki denda ketika telat membayar dan bebas biaya penalty saat pelunasan lebih awal. Sedangkan Non syariah memiliki keduanya.
Pilih mana? Pilihlah yang aman dan tenteram bagi Anda. Ingat bahwa keuangan kita tak selamanya berjalan mulus. Pilihan produk syariah adalah tepat. Jika suatu saat Anda tidak bisa meneruskan cicilan. Karena pada produk Syariah menawarkan negosiasi yang win-win solution. Selain itu, produk syariah bebas akad ribawi, ini cocok buat Anda yang muslim dan mencari produk yang syar’i.


7. Bandingkan Bunga Atau Margin Perusahaan Pembiayaan-nya
Katakan Anda sudah memutuskan akan mengambil pembiayaan di leasing syariah. Maka tugas Anda selanjutnya, membandingkan leasing syariah satu dengan syariah yang lainnya. Pilihlah yang menetapkan margin yg rendah, pelayanan yang mudah dan lokasinya.



Menunda Membeli, Bisa Saja Lebih Baik
Jika ternyata Anda memutuskan untuk menunda niatan kredit mobil tahun ini, bisa saja itu yang terbaik:
Menunda tak selalu buruk, apalagi mengingat masih ada solusi alternative yang lebih sesuai, misalnya lebih memilih kendaraan second yang kualitasnya tak kalah dari yang baru.
Menundanya untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak atau melunasi hutang dahulu. Ini malah cara tepat untuk menyehatkan dan menyiapkan cashflow keluarga Anda. Apalagi kendaraan, kenaikan harga per tahunnya tak seberapa jika dibandingkan dengan property yang nota bene harga nya hampir sama.
Menundanya juga menguntungkan. Produk kendaraan selalu diperbaharui dari tahun ke tahun, baik model atau teknologinya. 

Sekian dari saya, semoga bermanfaat dan membantu Anda dalam proses membeli mobil impian Anda. 

No comments:

Post a Comment