Saturday, February 11, 2017

Mudahnya Membuat Perencanaan Keuangan Keluarga


Perencanaan keuangan adalah suatu proses dalam merencanakan keuangan pribadi berupa solusi perencanaan dan pengelolaan untuk mencapai tujuan dan mengatasi permasalahan hidup yang sedang dihadapi.

Kapan memulai perencanaan keuangan ini? Para pakar keuangan menyarankannya mulailah sejak dini dan jangan menunggu sampai kita berpenghasilan besar. Dengan penghasilan menengah pun, Anda dapat melatih diri berdisiplin dalam berbelanja dan berinvestasi.

Jika kita jabarkan perencanaan keuangan pribadi bisa membantu seseorang dalam:
- Mengontrol pengeluaran dan belanja
- Melindungi atau mendapatkan asset yang diinginkan
- Memakai hutang dengan hati-hati
- Memilih jenis investasi
- Menambah kekayaan,
- Merencanakan pensiun dll.


Membuat Tujuan Perencanaan Keuangan

Semua orang dengan segala aktivitas memiliki tujuannya masing-masing. Misalnya di dalam sebuah kendaraan angkot yang sedang berjalan. Berbagai macam penumpang naik di dalamnya. Ada seorang Ibu yang akan pergi ke pasar, ada seorang remaja yang sedang menuju ke sekolahnya, dll.

Seorang Ibu yang sedang ke pasar. Dia akan berbelanja untuk persediaan warungnya. Tanpa disadari, ia sedang berusaha mewujudkan tujuan jangka pendeknya. Yakni berdagang di warungnya, mendapat penghasilan untuk kebutuhan sehari-harinya.

Begitu pula dengan anak sekolah, dia sedang melakukan tujuan jangka panjangnya. Orangtua nya berinvestasi, mengeluarkan biaya pendidikan untuk anaknya. Demi masa depan anaknya yang lebih baik.

Untuk memudahkan dalam perencanaan keuangan, setiap kita harus sadar akan tujuan kita masing-masing. Miliki dengan mantap apa tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang kita.



Tujuan jangka pendek adalah perencanaan keuangan untuk jangka waktu setahun. Seperti merencanakan liburan, membayar hutang yang jumlahnya kecil, membeli gadget, menabung, dll.

Tujuan jangka menengah adalah perencanaan keuangan untuk jangka waktu 2 – 5 tahun. Seperti melanjutkan pendidikan, mengganti kendaraan, merenovasi rumah, menabung, dll.

Tujuan jangka panjang adalah perencanaan untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun. Seperti mempersiapkan dana pensiun, berhaji, menabung dana pendidikan anak, investasi, dll.



Apa Saja yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Tujuan Hidup

1. Realistis Tujuannya
Realistis adalah menyesuaikan dengan besar kecilnya penghasilan kita. Misalnya kita menetapkan tujuan jangka pendek kita adalah liburan. Dengan gaji bulanan yang tak jauh dari UMR, kita merencanakan liburan ke Eropa tahun ini.
Padahal kita tidak memiliki penghasilan lain selain gaji, ini namanya tidak realistis. Kalau bukan karena “keajaiban” mustahil tercapai.

2. Spesifik Tujuannya
Misalnya Anda berencana untuk memiliki tabungan yang banyak dalam tiga tahun ke depan. Rencana ini harus lebih spesifik, karena ini masih umum sekali. Anda bisa tuliskan, berapa nominalnya dan untuk apa uangnya nanti. Sehingga Anda bisa menentukan berapa uang yang harus anda sisihkan per bulan sampai tiga tahun ke depan.



3. Memiliki Target Waktu yang Jelas
Memiliki target waktu yang jelas akan memudahkan usaha kita dalam mengatur keuangan kita. Misalnya: 12 bulan nanti saya akan pulang kampung ke Medan, Dalam 4 tahun ke depan saya akan membeli mobil baru, 10 tahun lagi saya akan pensiun dini dari pekerjaan, dll.

4. Dilengkapi dengan Tindakan yang Jelas
Punya tujuan tanpa adanya tindakan ibarat Anda menjumlahkan banyak angka tapi pada akhirnya, jumlah angka tersebut dikali dengan angka nol. Tujuan-tujuan hidup kita akan sulit terwujud tanpa adanya tindakan. Misalnya 3 tahun ke depan saya ingin memiliki 60 juta di dalam tabungan. Maka tujuan ini harus dilengkapi dengan rincian tindakan yang mendukung tujuan tersebut. Seperti disiplin menyisihkan uang dari gaji bulanan, mengurangi pemakaian kartu kredit, dll.

Saya juga sedang mempraktekan perencanaan keuangan saya dengan memperhatikan hal-hal di atas. Saya membuatnya dalam bentuk excel. Anda bisa mengunduhnya di sini.
https://drive.google.com/file/d/0B7nCVCQ11bgUcTl2OVZRYkdDLXc/view?usp=sharing

Melalui perencanaan keuangan ini kita akan memiliki tujuan hidup jangka pendek, menengah, dan jangka panjang yang tertulis. Kita juga bisa beradaptasi jika terjadi perubahan-perubahan dalam hidup kita dengan kembali menyesuaikan apa yang sudah dibuat dalam perencanaan keuangan ini.  Semoga perencanaan ini menjadi alat yang membantu kita dalam menata tujuan kita, dan jangan lupa untuk selalu berdoa karena Tuhan-lah yang menjadi Penolong terbesar kita disaat kehidupan kita sulit.


2 comments:

  1. Lengkap.. untuk pemula yang baru mau mulai belajar merencanakan keuangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih bang said. Kami masih terus memperbanyak dan memperbaiki konten.

      Delete